Tes Diagnostik Siswa Baru 2023/2024 MTsN 7 Agam. PPDB pada Tanggal 24 Mei 2023
TEST DIAGNOSTIK P5 DAN P2RA
TES PPDB 2023/2024
PPDB 2023
MTsN 7 Agam Gelar Manasik Umrah untuk Penilaian Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Rahmatan Lil ‘Alamiin

Hari ini (6/4) MTsN 7 Agam melaksanakan penilaian P5 Rahmatan Lil ‘Alamiin dengan tema “Bangunlah Jiwa Raga”. Kegiatan yang dilaksanakan berupa praktik umrah. Kegiatan ini bertujuan agar siswa memahami dan merasakan langsung bagaimana pelaksanaan umrah yang sesungguhnya.
“Manasik umrah ini merupakan pelaksanaan P5 Rahmatan Lil ‘Alamiin yang terakhir pada tahun ajaran ini. Tema P5 Rahmatan Lil ‘Alamiin kali ini adalah bangunlah jiwa raga. Dengan melaksanakan praktik umrah ini, diharapkan siswa memahami dan merasakan bagaimana pelaksanaan umrah yang sesungguhnya”, ujar Salman Pas dalam membuka kegiatan manasik umrah.
Praktik umrah yang diikuti oleh 218 orang siswa kelas 7 ini dilaksanakan di MTsN 7 dan sekitarnya dengan fasilitas lengkap layaknya lokasi manasik haji. Terdapat ka’bah dan properti lainnya.
Sesuai dengan materi pelajaran Umrah yang telah diberikan sebelumnya, kegiatan diawali dengan siswa berkumpul di miqat makani yang diposisikan di Masjid Syekh Sulaiman Arrasuli, MTI Candung. Siswa melaksanakan salat sunah dhuha dan salat sunah ihram di masjid tersebut, kemudian mengganti pakaian ihram.
Selanjutnya siswa berjalan ke arah masjidil haram yg bertempat di lapangan MTsN 7 Agam didampingi oleh guru pendamping. Dengan memasuki lapangan MTsN 7 Agam, berarti siswa siap melaksanakan tawaf, mengelilingi ka’bah 7x putaran yang di mulai dari hajar aswad. Setelah itu dilanjutkan dengan salat sunah tawaf di belakang maqam ibrahim.
Setelah salat sunah tawaf, siswa menuju sumur zamzam, meminum air zamzam dan menyirami kepala secara simbolis kemudian kembali ke hajar aswad untuk menutup rangkaian tawaf. Selanjutnya siswa melaksanakan sa’i sebanyak 7 perjalanan. Dimulai dari Safa dan di akhiri di Marwa. Manasik umrah diakhiri dengan tahallul. Siswa memotong rambut minimal 3 (tiga) helai. Salman Pas berterima kasih kepada seluruh guru pembimbing atas keberhasilan pelaksanaan praktik umrah ini. “Semoga pelaksanaan tahun berikutnya semakin sempurna, baik dari segi properti maupun pengelolaan kegiatan”, pungkasnya. (YM)
Formulir PPDB 2023/2024 MTsN 7 Agam
Selamat Datang di Web MTsN 7 Agam. Halaman Pengisian Formullir PPDB 2023
MTsN 7 Agam lakukan pembangunan ruang kelas baru dan Perluasan ruang guru

MTsN 7 Agam berupaya meningkatkan mutu Pendidikan. Salah satunya dengan menambah pembangunan ruang kelas baru dan perluasan ruang majelis guru.
Kepala MTsN 7 Agam, Salmanpas mengatakan pembangunan gedung baru diperuntukan untuk menambah ruang kelas dan perluasan ruang guru yang selama ini kurang memadai untuk menampung 48 tenaga pendidik.
“Selama ini kita memanfaatkan ruang labor untuk menjadi ruang belajar dan perlu rasanya untuk penambahan ruang baru. Sekalian perluasan ruang guru karena ruang guru kita selama ini sangat sempit,” Ujarnya.
Proyek pembangunan Gedung 2 (dua) tingkat seluas 9×7 meter persegi ini menggunakan dana komite dan direncanakan rampung awal tahun besok.

“Gedung baru ini nantinya akan dibangun 2 tingkat. Di bawah untuk ruang kelas, lantai 2 baru untuk menyambung ruang guru yang lama. Kita berharap awal tahun besok, Gedung ini telah bisa kita gunakan”, tambahnya.
Salman Pas berharap dengan penambahan ruang kelas dan perluasan ruang guru ini meningkatkan mutu Pendidikan, serta menumbuhkan semangat dan rasa nyaman dalam kegiatan belajar dan mengajar. (Syob)
Guru MTsN 7 Agam Juara Sayembara Menulis Esai Inkubator Literasi Perpustakaan Nasional (ILPN) Wilayah Sumatra Barat

Salah satu guru MTsN 7 Agam, Sahari Ramadhani memenangkan sayembara menulis esai yang diselenggarakan oleh Perpusnas Press bersama Kelas Menulis Daring (KMD) Elipsis Padang Panjang dalam Program Inkubator Literasi Perpustakaan Nasional (ILPN) Wilayah Sumatra Barat dengan tema “Literasi Digital di Era Industri 4.0 dalam Rangka Mendukung Pemberdayaan Kearifan Lokal di Sumatra Barat”.
Lini masa program ini dimulai dengan pendaftaran dan pengumpulan naskah pada tanggal 10 April hingga 10 Mei 2022, dan 15 nominator naskah terbaik diumumkan pada 22 Mei untuk kemudian dilanjutkan dengan acara Bimbingan Teknis (Bimtek) guna penguatan keterampilan dan kompetensi menulis para nominator. Seterusnya, para penulis 15 naskah tersebut kembali merevisi naskahnya dengan tenggat waktu pengumpulan tanggal 15 Juni pukul 16.00 WIB. Dan, tahap akhir yaitu pengumuman 3 naskah terbaik pada Senin (20/6).
Sahari Ramadhani yang menulis 1 novel dan 7 buku antologi kisah/cerita ini mengaku terkejut membaca pengumuman bahwa naskahnya termasuk ke dalam 3 naskah terbaik, karena selama ini tulisannya hanya berupa tulisan fiksi. Namun, dengan kegigihan dan kemauan kuat disertai dengan bimbingan oleh Muhammad Subhan (penulis, jurnalis dan founder KMD Elipsis) dan Yurnaldi (Pemred editor.com dan wartawan senior), ia mampu memasuki area kepenulisan non fiksi.
“Tak ada yang tak mungkin dalam kepenulisan, asalkan mau mencoba dan berusaha!” Seru Sahari Ramadhani.

Salman Pas, kepala MTsN 7 Agam sangat mengapresiasi pencapaian prestasi menulis ini. Setelah sebelumnya Sahari Ramadhani berhasil membimbing salah satu peserta didik menulis cerpen bertaraf nasional yang dibukukan bersama Gol A Gong (Duta Baca Indonesia), kini ia sendiri berhasil meraih peringkat 3 terbaik untuk kepenulisan esai.
“Saya sangat mengapresiasi keberhasilan Ibu Sahari Ramadhani. Ini merupakan motivasi bagi guru lainnya dan teladan bagi peserta didik di madrasah kita. Bahwa menulis itu bisa dilakukan oleh siapa pun asalkan mau mencoba dan terus belajar. Dan, tentunya harus rajin membaca sebagai input menulis,” ujar Salman Pas.
Pada wawancara tim redaksi, Muhammad Subhan mewakili Kelas Menulis Daring (KMD) Elipsis mengucapkan selamat kepada 3 pemenang yaitu Mardhiyan Novita MZ (Duta Baca Sumatra Barat dan perintis Klub SAHARA Pariaman), Sahari Ramadhani (guru dan perintis Klub SAHARA), dan Iswadi Syahrial Nupin (pegiat literasi), serta kepada 12 naskah lainnya yang akan dibukukan bersama. Buku ini akan langsung diterbitkan oleh Perpusnas Press dan akan diluncurkan pada Agustus mendatang. (FKR)
Kakankemenag Agam Buka Workshop Kurikulum Merdeka MTsN 7 Agam

Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru pada pelaksanaan proses pembelajaran, MTsN 7 Agam mengadakan workshop implementasi kurikulum merdeka bagi guru selama 2 hari, Sabtu (18/06) hingga Minggu (19/06) bertempat di Aula MTsN 7 Agam.
Seluruh majelis guru mengikuti workshop yang bertema “Siap Implementasikan Kurikulum Merdeka” ini. Menurut Salman Pas, Kepala MTsN 7 Agam, kurikulum merdeka sudah harus segera diterapkan di MTsN 7 Agam pada Kelas 7.
“Kita harus siap dengan segala perubahan. Penerapan Kurikulum Merdeka ini bersifat segera, maka dari itu diadakanlah workshop ini selama 2 hari,” ujar Salman Pas.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, Marjanis. Dalam sambutannya Marjanis mengatakan, kurikulum merdeka lebih menghargai setiap kemampuan peserta didik, tidak memaksakan peserta didik harus menguasai semua bidang pelajaran dengan nilai sempurna.
“Kurikulum merdeka ini berbeda dengan kurikulum 2013 yang mempunyai banyak aspek penilaian. Pada kurikulum merdeka, anak dibebaskan dari pembatas-pembatas ilmu pengetahuan yang selama ini terjadi. Misal, sekolah telah menyediakan mikroskop sebagai alat peraga dan penunjang pembelajaran IPA namun masih ada guru yang takut menggunakan mikroskop tersebut dalam pembelajaran dengan alasan takut mikroskop rusak oleh siswa. Nah, pembatas yang seperti inilah yang harus dihilangkan pada kurikulum merdeka. Setiap peserta didik bebas berekspresi. Biarkan mereka mengikuti alur proses pembelajaran dengan rileks namun tetap terarah.”
Marjanis menambahkan lagi, ciri dari kurikulum merdeka adalah sensitif terhadap lingkungan dan koneksi dengan dunia luar. Sehingga guru peka terhadap kemauan peserta didik dan update dengan perkembangan teknologi.
Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh narasumber, Yetti Yulia, Kepala SMP 3 Ampek Angkek. Yetti Yulia menekankan kurikulum merdeka berfokus pada proses, bukan hasil, karena setiap anak terlahir dengan tipe belajar yang berbeda-beda.
“Dalam kurikulum merdeka, siswa dididik sesuai dengan tipe belajar dan kecerdasan masing-masing siswa. Tipe belajar terbagi atas visual, kinestetis, dan audio. Kita tidak bisa memaksakan cara belajar yang sama kepada semua peserta didik, setiap mereka punya cara belajar yang berbeda.”
Pada akhirnya, kurikulum merdeka diharapkan dapat membawa perubahan bagi pendidikan ke arah yang lebih baik lagi agar terciptanya merdeka belajar bagi peserta didik dan menghapus paradigma yang salah selama ini. (YM)
DEWAN GURU MTsN 7 AGAM GELAR RAPAT KENAIKAN KELAS DAN RAPAT KELULUSAN TP. 2021/2022

Candung, HUMAS –Selasa (14/6), Dewan guru MTsN 7 Agam menggelar rapat umum kenaikan kelas tahun pelajaran 2021/2022 untuk peserta didik kelas VII dan VIII. Rapat dihadiri oleh Kepala Madrasah, Seluruh Wakil Kepala Madrasah dan seluruh dewan guru.
Dalam sambutannya, Kelapala Madrasah Salmanpas menyampaikan harapannya agar kinerja dewan guru MTsN 7 Agam semakin meningkat dan ditambah MTsN 7 agam untuk semester ganjil tahun pelajaran baru kedepan akan menggunakan kurikulum merderka.
“Semoga kita lebih baik ke depannya, bagaimana membuat madrasah kita agar tetap mempertahankan capaian yang sudah baik dan berupaya meningkatkan kinerja serta menyukseskan program-program madrasah agar mampu bersaing dan berprestasi. Kemudian pada tahun ajaran baru yang akan datang, kita akan menggunakan kurikulum merdeka. MTsN 7 Agam menjadi salah satu dari tiga madrasah yang ditunjuk di kabupaten agam” ujar Salman Pas.
Adapun agenda rapat yang pertama adalah penentuan kenaikan kelas VII dan VIII. Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum Yeni Susanti berlangsung dengan lancar dan hangat dengan dinamikanya. Segala masukan yang kaitannya dengan penilaian guru, pertimbangan wali kelas, dan juga saran dari guru BK dalam penentuan kenaikan kelas menjadi pembahasan yang cukup dalam.
Dijelaskan Yeni Susanti bahwa kriteria kenaikan kelas adalah menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memiliki nilai sikap baik, presentase kehadiran 80%, dan tidak memiliki lebih dari 2 (dua) mata pelajaran dibawah KKM.
“Kriteria kenaikan kelas tahun ini berdasarkan Dokumen 1 (satu) Madrasah, bahwa siswa yang layak untuk naik kelas itu harus bersikap baik, memiliki nilai dibawah KKM sebanyak 2 (dua) buah, dan kehadiran 80%. Alhamdulilah dalam rapat kali ini dapat diputuskan siapa saja siswa kelas VII dan VIII yang layak naik kelas. Insyaallah pembagian rapor akan dilaksanakan pada hari Jum’at, 17 Juni 2022 mendatang.“ Jelas Yeni Susanti.
Rapat yang sempat tertunda beberapa jam karena waktu istirahat dilanjutkan dengan agenda kelulusan kelas IX (Sembilan). Wakil Kepala Madrasah Yeni Susanti yang masih menjadi pimpinan rapat memaparkan kriteria kelulusan dan nilai akhir peserta didik. Kriteria kelulusan Tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, Bersikap baik, Menyelesaikan semester 1 sampai dengan 6, dan mengikuti Ujian Madrasah.
Setelah melalui diskusi, diputuskanlah secara bersama jumlah peserta didik yang dinyatakan lulus dan tidak lulus. Informasi kelulusan peserta didik kelas IX akan diumumkan Rabu, (15/5) melalui orang tua siswa.
Rapat ini ditutup dengan pembagian tugas tenaga pendidik dan kependidikan untuk tahun pelajaran 2022/2023. (SYOB)


